Tata Cara Dan Bacaan Doa Qunut Shubuh, Qunut Witir, Dan Qunut Nazilah
credit : iqraa.com

Qunut merupakan salah satu amalan yang disunahkan dalam shalat. Qunut yang disunahkan ada tiga macam: qunut shubuh, qunut witir pada separuh akhir Ramadhan, dan qunut nazilah. Namun, sebagian ada yang gak menggunakan qunut, terlebih dalam sholat Shubuh.

Bagi yang menggunakan qunut, berikut ini doa dan tata caranya;

Qunut Shubuh

Menurut Imam An-Nawawi, qunut shubuh merupakan sunnah muakkadah, dan apabila meninggalkan qunut dalam sholat shubuh tak membatalkan sholat, namun dianjurkan sujud sahwi, baik sengaja atau tidak sengaja.

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ

“Allahummahdini fî man hadait”
“Ya Allah berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk”

وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ

“wa ‘âfini fî man ‘âfait”
“berilah aku keselamatan, sebagaimana orang yang telah Engkau beri keselamatan”

وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ

“wa tawallanî fî man tawallait”
“Jadilah wali bagiku, sebagaimana Engkau telah menjadi wali bagi hamba-Mu yang Engkau kehendaki”

وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ

“wa bâriklî fî mâ a‘thait”
“Berkahilah untukku terhadap apa yang telah Engkau berikan kepadaku”

وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ

“wa qinî syarra mâ qadhait”
“Lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau takdirkan”

فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ

“fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik”
“Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada yang menjatuhkan ketetapan untuk-Mu”

وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ

“wa innahû lâ yazillu man wâlait”
“Sesungguhnya tidak akan terhina orang Engkau jadikan wali-Mu”

وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ

“wa lâ ya‘izzu man ‘âdait”
“Tidak akan mulia orang yang menjadi musuh-Mu”

تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

“tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait”
“Maha Mulia Engkau wahai Rab kami, dan Maha Tinggi”

فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ

“fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait”
“Segala puji bagi-Mu atas yang telah engkau pastikan”

وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ

“wa astagfiruka wa atûbu ilaik”
“Aku mohon ampun dan taubat kepada-Mu”

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

“wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam”
“(Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya”

Ketika sholat berjamaah, imam sholat dianjurkan mengubah lafal “nî” menjadi “nâ”. Pada saat membaca doa qunut, imam dianjurkan mengeraskan suaranya dan makmum mengamininya. Dianjurkan pula mengangkat kedua tangan sebagaimana doa pada umumnya.

Baca Juga: Inilah Bacaan Niat Puasa Ramadhan Serta Doa Berbuka Puasa Yang Tepat Dan Sempurna

Qunut Nazilah

Pembacaan qunut nazilah disunnahkan manakala umat islam sedang mengalami bencana alam atau bencana kemanusiaan. Qunut nazilah sendiri disunnahkan dibaca ketika shalat wajib setelah doa i‘tidal pada rakaat terakhir di setiap shalat wajib lima waktu dengan menengadahkan tangan ke langit. Berikut adalah doa qunut nazilah yang dibaca oleh Sayyidina Umar dan Ibnu Umar RA. Berikut ini doanya.

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ

Allâhumma innâ nasta‘înuka wa nastaghfiruk, wa nastahdîka wa nu’minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsnî alaikal khaira kullahu nasykuruka wa lâ nakfuruk, wa nakhla‘u wa natruku man yafjuruk. Allâhumma iyyâka na‘budu, wa laka nushallî wa nasjud, wa ilaika nas‘â wa nahfid, narjû rahmataka wa nakhsyâ adzâbak, inna adzâbakal jidda bil kuffâri mulhaq.

Artinya: “Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan shalat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengaharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir”.

اللَّهُمَّ عَذِّبْ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِينَ أَعْدَاءَ الدِّينِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِك وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَك وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَك اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إنَّك قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمْ الْإِيمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ نَبِيِّك وَرَسُولِك وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوفُوا بِعَهْدِك الَّذِي عَاهَدْتهمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ وَعَدُوِّك إلَهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allâhumma adzzibil kafarata wal musyrikîn, a‘dâ’ad dînilladzîna yashuddûna ‘an sabîlik, wa yukadzzibûna rusulaka wa yuqâtilûna auliyâ’ak. Allâhummaghfir lil mu’minîna wal mu’minât, wal muslimîna wal muslimât, al-ahyâ’i minhum wal amwât, innaka qarîbun mujîbud da‘awât. Allâhumma ashlih dzâta bainihim, wa allif baina qulûbihim, waj‘al fî qulûbihimul îmâna wal hikmah, wa tsabbithum alâ dînika wa rasûlik, wa auzi‘hum an yûfû bi‘ahdikalladzî ‘âhadtahum alaih, wanshurhum ala ‘aduwwihim wa ‘aduwwika ilâhal haq, waj‘alnâ minhum, wa shallallâhu alâ sayyidinâ muhammadin wa alâ âlihi wa shahbihî wa sallam.

Artinya: “Tuhan kami, jatuhkan azab-Mu kepada orang-orang kafir dan musyrik, (mereka) musuh-musuh agama yang berupaya menghalangi orang lain dari jalan-Mu, mereka yang mendustakan rasul-Mu, dan mereka yang memusuhi kekasih-kekasih-Mu. Ya Allah, ampunilah hamba-hamba-Mu yang beriman laki-laki dan perempuan, kaum muslimin dan muslimat, baik yang hidup maupun yang sudah wafat. Sungguh, Engkau maha dekat dan pendengar segala munajat. Tuhanku, damaikan pertikaian di antara kaum muslimin, bulatkan hati mereka, masukkan kekuatan iman dan hikmah di qalbu mereka, tetapkan mereka di jalan nabi dan rasul-Mu, ilhami mereka untuk memenuhi perjanjian yang telah Kauikat dengan mereka, bantulah mereka mengatasi musuh mereka dan seteru-Mu. Wahai Tuhan hak, masukkanlah kami ke dalam golongan mereka itu. Semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.”

Doa ini disarikan dari Hasyiyatul Baijuri karya Syekh Ibrahim Al-Baijuri, tanpa keterangan tahun, Beirut, Darul Fikr, juz I, halaman 169).

Adapun untuk qunut witir lebih sering menggunakan doa qunut yang dibaca saat shola shubuh.

Baca Juga: Lafadz Bacaan Bilal Sholat Idul Fitri Lengkap Dengan Tata Caranya

Sebagai catatan, setelah membaca doa qunut kita nggak dianjurkan bahkan makruh mengusap wajah. Pada prinsipnya, mengusap wajah (setelah doa) di dalam shalat adalah makruh, tak terkecuali setelah doa qunut. Lain soal kalau di luar shalat. Kalau di luar shalat, justru kita dianjurkan untuk mengusap wajah setelah berdoa. Wallahu a‘lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here