Bagi umat islam di seluruh dunia pasti udah pada tahu hari raya Idul Adha, ato juga dikenal sebagai hari raya kurban. Hari raya kurban itu sendiri dilaksanakan tiap tanggal 10 Dzulhijjah, tahun Hijriyah.

Nah, menjelang hari raya idul Adha ini juga ada puasanya. Namun, puasa di bulan Dzulhijjah ini bukan merupakan puasa wajib, melainkan puasa sunnah, yang artinya dilaksanakan dapat pahala, gak dilaksanakan juga gak apa-apa.

Mengutip dari nu.or.id, Puasa Arafah dan tarwiyah sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji agar turut merasakan nikmat yang sedang dirasakan oleh para jemaah haji yang sedang menjalankan ibadah di tanah suci.

Baca Juga: Lafadz Bacaan Bilal Sholat Idul Adha Lengkap Dengan Tata Caranya

Bagi yang menjalankan ibadah haji gak disunnahkan melakukan puasa tersebut karena Rasulullah saat haji juga tidak menjalankan puasa Arafah.

قال المصنف رحمه الله) ويستحب لغير الحاج ان يصوم يوم عرفة لما روى أبو قتادة قال ” قال رسول الله صلي الله عليه وسلم صوم عاشوراء كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين سنة قبلها ماضية وسنة بعدها مستقبلة ” ولا يستحب ذلك للحاج لما روت ام الفضل بنت الحارث ” ان اناسا اختلفوا عندها في يوم عرفة في رسول الله صلي الله عليه وسلم فقال بعضهم هو صائم وقال بعضهم ليس بصائم فارسلت إليه بقدح من لبن وهو واقف علي بعيره بعرفة فشرب ” ولان الدعاء في هذا اليوم يعظم ثوابه والصوم يضعفه فكان الفطر افضل

Artinya; “Pengarang kitab (Al-Muhadzab) berkata, ‘Dan disunahkan bagi selain orang yang berhaji untuk puasa pada hari Arafah, karena mengacu pada hadits yang diriwayatkan oleh Qatadah, dia berkata. Berkata Rasulullah SAW, ‘Puasa hari Asyura’ bisa menghapus dosa selama setahun. Puasa hari Arafah menghapus dosa dua tahun. Setahun sebelumnya dan setahun yang akan datang”.

Adapun keutamaan puasa Arafah ini seperti diriwayatkan dari Abu Qatadah Rahimahullah. Rasulullah SAW bersabda:

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

Artinya; “Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Assyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas”. (HR. Muslim)

Sementara puasa Tarwiyah ini didasarkan pada satu redaksi hadits yang artinya bahwa Puasa pada hari Tarwiyah dapat menghapuskan dosa satu tahun. Meski hadits tersebut dloif (kurang kuat riwayatnya). Namun, para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif itu diamalkan dalam kerangka fadla’ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan) asal gak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.

Baca Juga: Lafadz Bacaan Bilal Sholat Idul Fitri Lengkap Dengan Tata Caranya

Anjuran memperbanyak amal saleh itu termaktub dalam beberapa hadits. Misalnya hadits riwayat Ibnu ‘Abbas yang ada di dalam Sunan At-Tirmidzi:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر

Artinya; “Rasulullah SAW berkata: Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini,” (HR At-Tirmidzi).

Kebanyakan ulama menggunakan hadits di atas sebagai dalil anjuran puasa sembilan hari pada awal Dzulhijjah.

Meski disebutkan puasa sepuluh hari, bukan berarti pada tanggal 10 Dzulhijjah juga dianjurkan puasa. Justru puasa pada tanggal 10 Dzulhijjah itu dilarang karena bertepatan dengan ‘Idul Adha.

Nah, sekarang ini bacaan niat puasa sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah, yang terbagi dalam beberapa;

1. Niat Puasa Dzulhijjah tanggal 1 sampai tanggal 7 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitu Shauma Syahri Dzilhijjati Sunnatan Lillahi Ta’aalaa”

Artinya; ”Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala”

2. Niat Puasa Tarwiyah Tanggal 8 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ التَّرْوِيَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitu Shaumat Tarwiyata Sunnatan Lillahi Ta’alaa”

Artinya; “Saya niat puasa sunnah tarwiyah karena Allah Ta’ala”

3. Niat Puasa Arafah Tanggal 9 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitu Shauma ‘Arofata Sunnatan Lillahi Ta’alaa”

Artinya; ”Saya niat puasa sunnah arafah karena Allah Ta’ala”

Keistimewahan yang terpenting disini adalah mengumpulkan bekal untuk akhirat kelak. Mulai sekarang, udah saatnya kita mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya ketika kelak dipanggil pemilik-Nya. Karena, bekal menuju akhirat bukanlah uang triliyunan, bukan pula mobil berlapis emas, dan juga bukan derajat kekuasaan. Pergi ke akhirat hanyalah pahala kita selama di dunia.

Semoga bermanfaat….!!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here