Cara Memecahkan Masalah Error 404 Not Found dan Pesan Error Lain Pada Website Kamu
credit : https://pixabay.com/

Hampir sebagian dari kamu yang punya website pasti pernah mengalami pesan kesalahan atau error. Munculnya pesan error gini tentunya cukup mengganggu sekali.

Munculnya pesan error 404 atau pesan error lainnya bisa berpotensi menjadi sangat merepotkan, terutama bagi pengguna awam. Hal ini yang mengakibatkan kopi tiga gelas ludes karena mikir pesan error di webistenya.

Pesan kesalahan seperti Error 404 bisa berasal dari script website kamu sendiri, atau mungkin juga berasal dari server hosting tempat kamu menyimpan file website. Atau bahasa gampangnya rumahnya website.

Baca Juga: 9 Error Yang Umum Terjadi di WordPress, Sebab dan Solusi

yang perlu kamu ketahui adalah, selain erroe 404, masih ada pesan error lainnya yang tentu sangat menjengkelkan sekali. Nah, disini delimun membahas cara memecahkan masalah pesan error yang umum terjadi di website kamu.

1. Error 404 (Not Found)

404

Error 404 not found bukan merupakan masalah yang seriur, penyebab yang paling umum adalah karena broken link. Hal ini karena adanya kesalahan penulisan URL, halaman udah gak tersedia, atau bisa jadi halaman udah terhapus.

Solusi:

Kamu perlu mengatur ulang URL yang umumnya umumnya ditangani oleh script .htaccess. Silahkan kamu buka file .htaccess di cpanel kamu. (Note: pastikan kamu udah mengaktifkan fitur show hidden files pada cpanel kamu).

Kamu juga bisa memeriksa postingan yang kamu buat. Selain itu, kamu juga perlu melihat apakah ada pengaturan mengenai URL Access. Selanjutnya, kamu bisa menyesuaikan URL pada pengaturan postingan dengan URL Access yang kamu inginkan. Jikalau permasalahan terletak pada hilangnya konten, kamu bisa membuat konten baru yang serupa, ato kamu bisa engalihkannya ke halaman lain melalui fitur Redirect pada cpanel jika konten yang hilang tersebut tidak ingin kamu tampilkan lagi.

2. Error 500 (Internal Server Error)

500

Error 500 ini yang sedikit bikin kepala puyeng. Permasalahan paling umum adalah antara server dan script website gak bisa terhubung. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh perubahan konfigurasi file .htaccess. Beberapa faktornya antara lain: perubahan yang gak disengaja, instalasi plugin/extension yang melakukan pada htaccess, maupun terhapusnya file .htaccess.

Solusi:

Untuk mengatasi Error 500 ini, coba kamu periksa file .htaccess yang terdapat pada cpanel (Pastikan kamu udah mengaktifkan fitur show hidden files pada cpanel kamu). Apakah ada pengaturan file .htaccess yang berubah ato gak. Kalo kamu gak ngerti pengaturan file .htaccess pada website kamu, kamu bisa menanyakan pada programmer website kamu dan kamu juga bisa minta bantuan kepada tim dukungan teknis penyedia layanan hosting kamu.

Nah, kalo kamu menggunakan CMS (Content Management System), misalkan blogspot, atao wordpress, biasanya ada pengaturan script tersendiri dan udah tersedia. Kamu bisa mencoba menggunakan pengaturan default .htaccess pada website pengembang CMS tersebut.

3. Error 504 (Gateway Time-out)

504

Pesan Error 504 ini Gateway Time-out umumnya terjadi karena request (permintaan) data yang terlalu lama ke server, ato juga karena masalah pada provider internet yang kamu gunakan. Bahkan, bisa jadi masalah ini berasal dari layanan hosting kamu.

Solusi:

Coba kamu buka website menggunakan proxy dulu untuk memastikan letak permasalahannya. Jika akses menggunakan proxy dapat berjalan lancar. Kamu bisa menghubungi layanan hosting untuk meminta bantuan lebih lanjut.

4. Error 503 (Service Unavailable)

503

Error 503 dapat terjadi karena adanya permasalahan server. Beberapa faktornya antara lain server down, adanya maintenance, atau resource server yang kamu gunakan sedang tinggi.

Solusi:

Coba kamu lakukan ping ke website kamu, dan periksa apakah ada reply dari server website kamu atau tidak (jika tidak, ini berarti time out). Kamu bisa menggunakan koneksi berbeda saat melakukan ping dan menggunakan beberapa tool ping seperti: https://tools.pingdom.com/.

Selanjutnya, kamu juga perlu cek Resource Usage pada server hosting yang kamu gunakan di cpanel. Disitu kamu bisa periksa file website/plugin, script/plugin mana yang berpotensi memberatkan server. Jika udah ketemu, kamu non-aktifkan terlebih dahulu. Jika penggunaan resource di hosting kamu masih dalam taraf normal dan masih saja menemui Error 503, kamu dapat menghubungi administrator layanan hosting yang kamu gunakan.

5. Error 403 (Forbidden)

403

Error 403 umumnya terjadi karena permasalahan pada permission/hak akses suatu halaman atau script. Sama kayak kamu kalo mau meminang cewek perlu minta ijin sama ortunya. Umumnya, suatu website menggunakan permission 755 untuk folder, sedangkan script website menggunakan permission 644. Tapi ingat, gak semua script menggunakan permission ini, artinya, ada beberapa script yang menggunakan permission dengan nomor lain.

Solusi:

Mengatasi problematika ini, kamu perlu masuk ke cpanel dan menuju ke file manager. Kemudian, periksa permission script website kamu. Pastikan bahwa permission/hak aksesnya adalah 755 untuk folder dan 644 untuk script website. Nah, kalo permission kamu berbeda, kamu bisa ubah value permission sama dengan yang disebutkan itu.

Kini membuat website tergolong sangat mudah, layanan hosting udah bermunculan dimana-mana dengan harga yang bisa disesuaikan isi dompet. Namun, kemudahan itu bukan berarti dimudahkan begitu saja, karena website juga butuh perhatian yang lebih. Salah sedikit saja bisa mengakibatkan error. Cintailah website kamu seperti mencintai kekasihmu sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here